5 Faktor yang Memperparah Kebakaran Hutan di Hawaii
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Dede Nana
15 - Aug - 2023, 12:37
JATIMTIMES - Kebakaran hutan di Hawaii masih menjadi sorotan, lantaran korban yang terus bertambah. Melansir laporan USA Today, Minggu (13/8), sebanyak 93 orang meninggal akibat insiden itu.
Kebakaran hutan itu tepatnya terjadi di pulau Maui, Hawaii telah menghancurkan lebih dari 250 bangunan di Kota Lahaina yang bersejarah dan memaksa ratusan orang mengungsi. Hingga saat ini ribuan warga hidup tanpa listrik.
Baca Juga : Viral Bakar Tumpukan Sampah, Jembatan malah Ikut Hangus Terbakar
"Ini adalah kebakaran paling mematikan di AS dalam lebih dari satu abad," tulis laporan USA Today.
Kebakaran sendiri dimulai sejak 8 Agustus dan menyebar ke seluruh pulau, membesar hingga memiliki kekuatan destruktif. Hawaii mengumumkan keadaan darurat sejak 9 Agustus. Meski kebakaran hutan meningkat empat kali lipat di Hawaii dalam beberapa dekade terakhir, namun penyebab kebakaran belum ditentukan.
Hanya saja Layanan Cuaca Nasional menyebutkan ada kombinasi faktor cuaca yang menjadi peringatan "bendera merah" hingga menyebabkan kemungkinan kebakaran besar dan menyebar. Berikut ini faktor-faktor tersebut meliputi:
- Angin kencang
Angin kencang menyebar dan menyalurkan kebakaran hutan dengan meningkatkan suplai oksigen ke api dan membawa material yang terbakar ke depan api.
- Badai Dora
Berdasarkan laporan AccuWeather, badai kategori 4 ratusan mil selatan pulau, menghasilkan angin berkelanjutan maksimum 145 mph, dengan hembusan hingga 170 mph.
Dinas Cuaca Nasional menyebutkan hembusan angin di pulau-pulau Hawaii Dora tidak secara langsung menghantam pulau-pulau itu, tetapi membantu menyiapkan kondisi yang siap untuk bencana.
Sistem tekanan tinggi berkembang di utara pulau, menghasilkan angin gradien antara tekanan tinggi dan Dora, sistem tekanan rendah. Hembusan angin yang meningkat di seluruh pulau, dengan hembusan puncak hingga 67 mph di Maui.
- Kelembapan rendah
Baca Juga : Benarkah Konsumsi Kopi Bisa Meningkatkan Umur?
Hawaii mengalami tingkat kelembapan yang rendah. Kelembaban relatif, jumlah uap air di udara pada suhu tertentu, juga memengaruhi kebakaran hutan. Jika kelembapan rendah, tumbuh-tumbuhan seperti rerumputan, jarum pinus lebih cepat mengering dan menjadi lebih mudah terbakar.
- Kurangnya curah hujan
Curah hujan di Hawaii telah menurun secara signifikan selama 30 tahun terakhir, kata pemerintah negara bagian. Sekitar 90% Hawaii menerima lebih sedikit hujan daripada seabad yang lalu.
- Vegetasi kering
Penyebaran tanaman invasif seperti rumput guinea dan rumput air mancur semakin menyebarkan api. Rerumputan sekarang menutupi sebagian besar Hawaii.
