Tanda Kecintaan Siti Khodijah Pada Nabi Muhammad SAW, Air Matanya Menetes Saat Lakukan Ini
Reporter
Mutmainah J
Editor
Nurlayla Ratri
13 - Jul - 2023, 04:24
JATIMTIMES - Khadijah adalah istri pertama Nabi Muhammad SAW, yang terpaut usia jauh lebih tua. Khadijah sendiri dikenal sebagai sosok wanita rupawan, terpandang, dan dari golongan berada di masyarakat Arab.
Pada awalnya, Khadijah merupakan mitra kerja Nabi Muhammad SAW saat berdagang. Dari situlah kisah cinta mereka bermula.
Baca Juga : SOS Laporkan Sponsor Rumah Judi di Liga 1 ke Bareskrim
Khadijah melihat sosok Nabi Muhammad SAW yang baik, jujur, dan patut ditauladani sehingga membuat Khadijah tertarik padanya. Singkat cerita akhirnya Rasulullah menikah dengan Siti Khodijah.
Khodijah begitu mencintai Rasulullah, ia bahkan rela memberikan seluruh hartanya untuk mendukung jihad Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama Islam.
Namun, saat hartanya telah habis dan tidak tersisa, Khodijah merasa bingung dengan cara apalagi ia bisa membantu Rasul dalam menyebarkan agama Islam.
Suatu ketika, dikutip dari akun Tiktok @Ferry Rinaldi, Rasulullah baru saja pulang dari berdakwah. Selanjutnya, segera Rasulullah menghampiri istri tercintanya, Khodijah. Karena merasa begitu lelahnya, Rasulullah berbaring dan tertidur di pangkuan Khodijah.
Siti Khodijah membelai rambut Rasulullah dengan lembut. Ia tidak ingin membuat Rasulullah terbangun dari tidurnya.
Namun siapa sangka, saat memikirkan bagaimana ia akan membantu Rasulullah dalam menyebarkan agama Islam, air matanya jatuh ke pipi Rasulullah yang saat itu tengah berbaring di pangkuannya.
Air mata Khodijah itu membuat Rasulullah kaget dan terbangun dari tidurnya. Beliau lantas bertanya kepada Khodijah mengapa ia menangis.
"Wahai istriku, mengapa engkau menangis? Apakah engkau menyesal menikah denganku?" tanya Rasulullah dengan lembut. Beliau tidak tega melihat istri tercintanya menangis.
Baca Juga : Hati-Hati, Jangan Lakukan Ini Saat Menolong Orang Pingsan atau Kecelakaan
Mendengar pertanyaan Rasulullah itu, Khodijah kemudian menjelaskan hal yang membuatnya menangis.
"Bukan begitu wahai suamiku, aku bersedih karena aku merasa tidak bisa membatumu lebik banyak lagi," jelas Khodijah
"Kini aku tidak memiliki harta lagi, semua telah ku serahkan sepenuhnya untuk memperjuangkan agama Allah dan Rasul-Nya. Namun aku masih ingin berjuang bersamamu," sambung Khodijah.
Khodijah kemudian meminta Rasulullah untuk mengambil tulangnya kelak setelah ia wafat. Hal itu supaya dia bisa membantu Rasul dalam menyebarkan agama Islam.
"Wahai suamiku, jika nanti aku telah wafat dan engkau hendak menyebrangi sungai namun tidak engkau jumpai jembatan untuk menyeberanginya, maka galilah kuburku. Ambillah tulang-tulangku jadikanlah ia sebagai jembatan supaya engkau bisa menyeberanginya. Kemudian lanjutkanlah perjuanganmu dan selalu ingatkanlah mereka tentang kebenaran dan kuasa Allah," kata Khodjah.
