Adab dan Tata Cara Ziarah Kubur Jelang Lebaran

Reporter

Binti Nikmatur

20 - Apr - 2023, 04:43

Ilustrasi foto ziarah kubur. (foto: PWMU.co)

JATIMTIMES - Bukan hanya jelang bulan Ramadhan, jelang bulan Syawal pun ziarah kubur kerap dilakukan oleh kaum muslim. Selain sebagai bentuk penghormatan, pergi ke makam juga bisa menjadi pengingat kematian dan bernilai ibadah.

Tidak hanya membaca doa, ada sejumlah tata cara ziarah kubur lainnya yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Berikut ini tata cara ziarah kubur mengutip dari Buku Pintar 50 Adab Islam karya Arfiani. 

1. Mengucapkan Salam pada Ahli Kubur

Baca Juga : Waspada, Beberapa Penyakit Ini Rentan Menyerang Usai Lebaran

Salam ini hendaknya dibaca dengan menghadap pada arah wajah ahli kubur:

"Assalamu'alaìkum dara qaumìn mu'mìnîn wa atakum ma tu'adun ghadan mu'ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun"

Artinya: "Assalamualaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian."

2. Membaca Istighfar

"Astaghfirullah hal adzim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaihi."

Artinya: "Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepadaNya."

3. Membaca Doa dan Surat Pendek

Menurut keterangan hadits, Rasulullah pernah berziarah ke kuburan sahabatnya dan memohon ampunan untuk mereka. Dalam hadist tersebut, dibolehkan untuk mengangkat tangan ketika berdoa dan disarankan untuk menghadap kiblat.

Kemudian diiringi dengan membaca surat pendek seperti, surat Al Fatihah, surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas. 

Dengan bacaan tersebut, diharapkan orang yang membaca surat pendek akan mendapat pahala. Sedangkan bagi almarhum atau almarhumah yang dibacakan, diharapkan mendapat rahmat.

5. Tidak Duduk dan Berjalan di Atas Kuburan

Baca Juga : Habis Lebaran, Jangan Lupa Lakukan 3 Cek Kesehatan Ini 

Saat melakukan ziarah kubur, Rasulullah SAW melarang peziarah untuk menduduki atau menginjak pusara kuburan. Seperti dalam hadist nabi yang diriwayatkan HR Muslim, artinya

"Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur." (HR Muslim).

Meski begitu, peziarah dibolehkan untuk berjalan di samping atau di antara pusara-pusara kubur.

6. Boleh Menangis Selama Tidak Berlebihan

Meski diperbolehkan menangis saat ziarah kubur, namun Rasulullah melarang peziarah menangis berlebihan. Seperti meraung-raung dan menyakiti diri sendiri. 

7. Menyiram Air di Atas Kuburan

Kegiatan menyiram air di atas pusara kuburan saat berziarah diperbolehkan. Seperti dalam salah satu hadits yang artinya:

"Sesungguhnya Rasulullah SAW menyiram (air) di atas kubur Ibrahim, anaknya, dan meletakkan kerikil di atasnya." (HR Abu Daud).

Demikian tata cara ziarah kubur dikutip dari Buku Pintar 50 Adab Islam karya Arfiani.

Dalam buku ini juga dijelaskan jika ziarah kubur memiliki keutamaan bagi sang ahli kubur. Menurut Rasulullah SAW dalam hadits yang dikisahkan Aisyah RA, ahli kubur yang diziarahi akan merasa senang bila kerabatnya duduk hingga kerabatnya meninggalkan kuburan.