Aktor Jefri Nichol Turun Demo Bersama Mahasiswa, Netizen: Nathan Dunia Nyata

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

07 - Apr - 2023, 10:55

Tampak aktor Jefri Nichol saat hendak melemparkan tikus mati saat demo menolak UU Cipta Kerja, Kamis (6/4/2023).

JATIMTIMES - Aktor Jefri Nichol tengah ramai menjadi sorotan usai dirinya terjun demo bersama ribuan mahasiswa untuk menolak UU Cipta Kerja di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (6/4/2023). 

Dalam video yang beredar, salah satunya diunggah akun TikTok @Embunpagi96, tampak Jefri Nichol melakukan aksi protes dengan melempar tikus yang sudah mati ke dalam area gedung DPR. Terlihat juga pemain film "Dear Nathan: Thank You Salma" itu juga berorasi di hadapan ribuan demosntran. 

Baca Juga : Event Kampusiana Klasmiting, Mahasiswa Humaniora UIN Malang Sukses Sabet Medali Perak

"Gua di sini cuma mau nyampein turut berduka cita atas matinya nalar dan kemanusiaan. Mereka bukan manusia, tapi tikus-tikus. Melindungi oligarki dan orang-orang pada korup," kata Jefri. 

Selain itu, Jefri Nichol juga terlihat melempar payung hitam sebagai simbol matinya tugas-tugas DPR sebagai payung pelindung rakyat. Dia juga mempertanyakan tugas dan fungsi para anggota dewan.

"Bisa dilihat aja di Google tentang UU Cipta Kerja. Semua orang juga sudah tahu kalau UU Cipta Kerja itu bermasalah. Sebenernya mereka itu perwakilan siapa, rakyat atau oligarki," ucap Jefri Nichol di depan para demonstran.

Sontak unggahan itu pun ramai menuai komentar dari warganet. Tak sedikit dari warganet yang menilai aksi Jefri Nichol turun ke lapangan, seperti melihat dia saat memerankan Nathan di film Dear Nathan: Thank You Salma. 

"Dear nathan versi real," tulis @mutiararahmawat***. 

"Lahh Beliau beneran jadi aktivis njjr," ungkap @kwis***. 

"Ee baru liat aktor ad yg seberaniinisi," sambung @vxi***. 

"The real si tampan dan pemberani," ujar @netizenser***. 

Diketahui, ribuan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPR menolak UU Cipta Kerja, Kamis (6/4/2023). Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Melki Sedek Huang mengatakan, demo digelar untuk menolak UU Cipta Kerja.

Demo tersebut dilakukan sebagai buntut rasa ketidakpercayaan masyarakat dan mahasiswa kepada seluruh lembaga negara. Termasuk lembaga eksekutif yang membentuk produk hukum secara tertutup, lembaga legislatif yang mempermulus pengesahan Perppu Cipta Kerja, sampai dengan lembaga yudikatif yang seakan-akan tidak diperdulikan oleh lembaga negara lainnya.