Bolehkah Menikah di Bulan Safar, Bulan yang Dipercaya sebagai Kesengsaraan?
Reporter
Mutmainah J
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
02 - Sep - 2022, 01:23
JATIMTIMES - Ada keyakinan di masyarakat bahwa jangan menikah di bulan Safar dan bulan kapit atau bulan Dzulqaidha karena diyakini sebagai bulan kesengsaraan.
Di bulan tersebut, masyarakat dilarang untuk melakukan sebuah hajat seperti pernikahan dan memulai usaha.
Baca Juga : Raih 5 Bintang di Google, Bapenda Dapat Acungan Jempol dari Bupati Malang
Kepercayaan tersebut sudah sangat kental di masyarakat. Yakni jika ada yang melakukan hajat di bulan-bulan tersebut, dipercaya akan dimulainya kehidupan yang sangat sengsara.
Dikutip dari Instagram @buyayahya_albahjah, Ustaz Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya mengatakan bahwa menikah di bulan Safar dan bulan kapit atau bulan Dzulqaidha hukumnya boleh.
"Boleh kok menikah di bulan Safar dan bulan kapit atau bulan Dzulqaidha, asal jangan menikah dengan saudaramu," ucap Buya Yahya.
Lebih lanjut, pengasuh Ponpes Al Bahjah Cirebon itu menyampaikan bahwa menikah itu adalah hal baik dan dalam pelaksanaannya jangan ditunda-tunda. Selain itu, Buya Yahya menegaskan bahwa tidak ada bulan sengsara maupun celaka.
"Menikah itu baik. Jangan ditunda-tunda. Lagian tidak ada bulan kesengsaraan ataupun celaka," jelasnya.
Kemudian, Buya Yahya memberikan arti mengenai bulan kapit atau kejepit. Menurut Buya Yahya, bulan kejepit adalah bulan berkah, dan kita harus meyakini hal itu.
Baca Juga : Sinopsis Ikatan Cinta RCTI 1 September 2022: Ada Perasaan Hantui Mama Rosa, Bagaimana jika Sal Tahu?
"Kita artikan, bulan kejepit adalah bulan berkah. Tidak usah meyakini hal-hal yang tidak baik," ujarnya.
Buya Yahya juga menegaskan bahwasanya semua hari itu baik serta semua bulan itu baik dan berkah." Jangan percaya dengan hari sengsara. Tidak ada hari sengsara. Nikah, nikah secepatnya," tegasnya.
Buya Yahya juga menjelaskan bahwa hari nyungsep adalah hari saat kita melakukan maksiat. Dan, hari sengsara adalah hari ketika kita melakukan kedzaliman.
