Tercepat, Santri Tazkia IIBS Borong 4 Juara dalam Turnamen Pemanah Berkuda Nasional
Reporter
Imarotul Izzah
Editor
Heryanto
30 - Oct - 2019, 12:49
Keterampilan berkuda dan memanah bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Terlebih jika digabungkan. Akan tetapi, santri dari Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) mampu melakukannya dan berhasil memborong 4 juara dalam Turnamen Pemanah Berkuda Malang 2019.
Turnamen Pemanah Berkuda Malang 2019 tersebut diadakan oleh Persatuan Pemanah Berkuda Indonesia (Perdana) Malang Raya dan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kota Malang di lapangan Paramount, Jalan Sultan Agung, Kecamatan Batu, Minggu (27/10/2019).
Tiga santri Tazkia IIBS beradu kemampuan dalam perlombaan tersebut. Tiga santri tersebut di antaranya Muhammad Daffa Hizmayana Putra merupakan santri SMA Tazkia kelas XII, Miqdad Zufar Santoso, dan Mirza Dhia yang merupakan santri SMP Tazkia kelas IX.
Dalam olahraga, Tazkia IIBS memang memberikan ruang bagi santri yang ingin mengembangkan hobi olahraga berkuda dan memanah. Dua kegiatan yang merupakan sunnah Rasulullah SAW tersebut diwajibkan dalam kurikulum pembelajaran santri.
Dengan latihan yang maksimal, santri Tazkia IIBS berhasil memborong empat juara dalam ajang nasional tersebut. Daffa Hizmayana Putra berhasil meraih juara 3 kategori U-17 dan juara harapan 1 umum. Sedangkan Mirza Dhia berhasil membawa piala juara 2 kategori U-17 dan juara 2 umum.
Dengan ini, mereka berhasil menyingkirkan puluhan peserta lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.

Daffa Hizmayana menjelaskan, perwakilan Tazkia IIBS berhasil mengumpulkan 24 poin dengan kecepatan kuda 8 detik dengan lintasan 100 meter.
"Dalam perlombaan ada dua kategori yang diikuti. Yaitu kategori Arema-Utab Style dan kategori Arema-Qabak Style," jelasnya.
Ada 3 target yang dipasang dalam kategori Arema-Utab Style. Kuda berlari di lintasan dan kemudian peserta melesatkan anak panah untuk mencapai sasaran yang berada di samping lintasan kuda.
Sementara pada kategori Arema-Qabak Style, peserta ditargetkan untuk memanah dengan sasaran panah berada di posisi samping, atas, dan bawah dari lintasan lajur kuda.
Jarak antartarget 30 meter sedangkan antara target 1 dan target 3 berjarak 5 meter dari lintasan. Serta target 2 berjarak 7 meter dari lintasan.
"Yang paling susah yang kategori kedua. Namun semuanya merupakan pengalaman baru bagi kami. Pada tantangan kedua, selain sasaran yang berada di samping lintasan, ada juga sasaran yang dipasang di tiang setinggi 6 meter," beber santri asal Banjarmasin tersebut.
Daffa menyatakan, untuk mencapai keberhasilan tersebut, persiapan yang dilakukannya lumayan lama.
"Kurang lebih satu bulan persiapan untuk mengasah kemampuan untuk melesatkan anak panah di sasaran dengan posisi kuda yang berlari cukup kencang," ungkapnya.
Koordinator Enrichment, Ustadz Munahar Al Amin SPdI menyatakan, kemampuan santri Tazkia IIBS dalam bidang sangat kompeten. Namun, perlu ada pengalaman lebih dalam bagi santri dalam bidang berkuda dan memanah tersebut.
"Ini merupakan lomba pertama dan langsung mendapatkan penghargaan nasional. Insya Allah akan ada penggalian bakat santri terkhusus dalam bidang tersebut. Semoga ini menjadi awal yang baik dalam bidang berkuda dan memanah," tukasnya.
