Begini Cara Petani Muda di Blitar Kenalkan Dunia Pertanian Sejak Dini

21 - Sep - 2019, 08:59

Para siswa TK bersemangat turun ke sawah mengikuti kegiatan 'Menanam Bersama'.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Menyambut Peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh pada tanggal 24 September mendatang, sekumpulan petani muda di Dusun Precet, Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar menggelar kegiatan 'Menanam Bersama', Sabtu (21/9/2019).

Kegiatan ini digelar dengan tujuan memberikan edukasi tentang dunia pertanian sejak dini. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari anak didik Taman Kanak-kanak (TK) dan sejumlah petani muda di sekitar lingkungan Dusun precet.

Nafiudin Zuhri, ketua pelaksana kegiatan 'Menanam Bersama' mengatakan, memaknai Hari Tani Nasional yang akan jatuh pada tanggal 24 September nanti, minat para pemuda untuk terjun di Dunia pertanian harus terus digalakkan. Jika anak muda Indonesia sadar bahwa bertani adalah sebuah gaya hidup mungkin akan menjadikan bertani sebagai kegiatan sehari-hari.

"Anak muda yang terjun langsung ke dunia pertanian itu sangat minim dengan adanya kegiatan pemberian edukasi sekaligus untuk Memperingati Hari Tani Nasional ini kedepannya harapan kami semoga dari kalangan muda itu bisa terjun langsung ke dunia pertanian," ungkap Nafiudin saat ditemui BLITARTIMES.

Dia menambahkan, cara pandang anak muda dimana kegiatan bertani adalah pekerjaan kotor dan tidak menguntungkan harus diubah dengan kegiatan yang edukatif dan menyenangkan untuk menanamkan minat bertani sejak dini. Jika anak muda Indonesia sadar bahwa bertani adalah sebuah gaya hidup mungkin akan menjadikan bertani sebagai kegiatan sehari-hari.

"Yang yang saya alami di pertanian di desa kami ini kalangan muda itu sangat sedikit yang terjun ke dunia pertanian. Jika dari kalangan muda pun kurang tertarik untuk bertani, yang namanya pemuda itu kan pemikirannya inovatif dan kreatif. Jadi dengan diadakan kegiatan ini harapan kami semoga kedepannya dunia pertanian banyak diisi oleh kalangan muda supaya tercapainya swasembada pangan yang digalakkan pemerintah," urainya.

Sementara itu, guru pendamping dari TK Al-Hidayah Plumpungrejo, Siti Zulaikah mengatakan, kegiatan ini sangat edukatif terutama bagi anak-anak untuk mengenalkan sejak dini tentang pentingnya profesi sebagai petani.

"Dari sini kami bisa menanamkan pesan moral pada anak-anak, misalnya kita harus bersyukur ada petani. Ternyata menjadi petani itu tidak kita sampaikan pada anak-anak, kalau kita makan jangan dibuang-buang nasinya, karena betapa susahnya petani itu menanam padi. Dari situ kita juga tanamkan rasa saling menghargai kepada pekerjaan ya terutama pada petani dan itu sangat luar biasa," ungkap Siti.

Melalui kegiatan ini, nantinya diharapkan agar bertani menjadi sebuah gaya hidup anak muda Indonesia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Diawali sejak dini hingga diharapkan ketika minat sudah tumbuh pada pemuda Indonesia dan kegiatan bertani sudah menjadi gaya hidup maka secara otomatis kegiatan bertani dapat dilakukan dalam skala besar untuk mencapai swasembada pangan.(*)