Sempat Viral di Medsos Lantaran Dituduh Menahan Ijazah Siswanya, Berikut Penjelasan Kepala SMAN 2 Malang
Reporter
Imarotul Izzah
Editor
Heryanto
24 - Jul - 2019, 01:14
Baru-baru ini, terdapat berita miring yang ditujukan kepada SMAN 2 Kota Malang terkait penahanan ijazah siswa lantaran belum melunasi uang gedung atau uang insidental.
Berita tersebut pertama kali tayang di media www.menaratoday.com. Dalam berita yang ditulis oleh Sofyan/Yasin tersebut dituliskan, pegawai Tata Usaha (TU) SMAN 2 Malang menjelaskan bahwa untuk mengambil ijazah harus melunasi tunggakan yang ada.
Dikonfirmasi oleh MalangTIMES ke SMAN 2 Malang Selasa (23/7/2019), Kepala Sekolah SMAN 2 Malang Drs Hariyanto MPd menegaskan bahwa SMAN 2 tidak pernah menahan ijazah siswa.
"Tidak ada penahanan ijazah karena belum membayar," tandasnya saat ditemui di ruangannya.
Malahan, pihak sekolah biasanya justru memanggil pemilik ijazah untuk mengambilnya.
"Setiap tahun itu ada ijazah yang ada di sini. Kita panggil mereka untuk mengambil ijazah. Tapi mereka tidak berani ke sini seolah-olah belum lunas. Padahal niatnya kita mulai zaman dulu ya diberikan. Mereka dipanggil disuruh ngambil," terangnya.
Hariyanto sendiri sudah mengklarifikasi permasalahan ini ke Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang dan Kota Batu. Jadi, pemberitaan tersebut dikatakannya sama sekali tidak benar.
Kronologisnya, Senin kemarin (22/7/2019) sekitar pukul 10.00 WIB, 2 orang lelaki bernama Sofyan dan Yasin yang mengaku kakak dari lulusan SMAN 2 bernama Amelia datang ke sekolah untuk mengambil ijazah.
Mereka tidak melalui resepsionis dan langsung menuju ke Staf Administrasi Bagian Kepegawaian, Afriz Asrori.
"Mengatasnamakan kakaknya ananda Amelia kelas 12 IPA 4 mau mengambil ijazah. Tapi dia langsung tanya ada tanggungan berapa. Dia minta rinciannya, saya buatkan. Tanggungannya tinggal insidental sekitar Rp 2.250.000. Setelah itu langsung pulang," beber Afriz kepada MalangTIMES.
Kemudian muncullah pemberitaan miring yang ditulis oleh dua nama (Sofyan/Yasin) tersebut dengan judul "Belum Lunasi Uang Gedung, Ijazah Siswa SMAN 2 Malang Ditahan".
Berita ini juga sempat viral di Facebook Komunitas Peduli Malang Raya. Akan tetapi saat ini sudah dihapus.
Ditanya mengenai kebenaran pernyataannya mengenai mengambil ijazah harus melunasi tunggakan, Afriz menegaskan bahwa itu tidak benar.
"Waktu itu malah tanya kalau mau bayar atau minta keringanan bagaimana. Ya saya jelaskan ngurus surat SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dari RT, RW, sampai kelurahan. Setelah itu fotokopi KK, nanti menghadap sama Pak Zainal," ungkapnya.
Hariyanto sendiri menegaskan, dari dulu SMAN 2 Malang tidak pernah menahan ijazah. Malahan, apabila tidak mampu membayar kekurangan, SMAN 2 akan menguranginya bahkan bisa diputihkan.
"Kalau masih ada tanggungan biasanya memang diarahkan ke saya. Kemudian dialog dengan saya, mampunya berapa, kurangnya berapa, ditulis, tanda tangan. Tapi ijazah tetep diberikan," terang Zainal Arifin selaku Kasubag Tata Usaha.
Perkara mengambil ijazah sendiri, untuk keamanan, yang diperbolehkan mengambil memang hanya orang tua dan siswa yang bersangkutan.
