Resah Gara-Gara Tikus Got Tak Terbendung, Warga Minta Ada Pemberantasan Masal
Reporter
Anang Basso
Editor
Yunan Helmy
06 - May - 2019, 04:53
Beberapa tahun belakangan, populasi tikus got yang berkeliaran di permukiman warga tak terbendung dan terus mengalami peningkatan. Bahkan saking banyaknya, hampir setiap hari terlihat hewan ini mati di jalan-jalan protokol akibat terlindas kendaraan yang melintas.
Keberadaan tikus got yang tidak takut lagi dengan kucing atau bahkan manusia sudah sering dikeluhkan warga karena kerap berkeliaran di tempat umum. “Dulu tikus itu takut sama kucing. Sekarang kucing yang takut sama tikus itu,” kata Rianto, seorang warga Tunggangri, Kalidawir.
Bahkan, tikus got, menurut Rianto, sering terlihat berkeliaran rumah makan atau warung hampir di semua tempat yang dia kunjungi. “Mau dikasih obat, juga bangakainya sulit dicari dan baunya menyengat. Jika dibiarkan hidup, sangat menjijikkan karena tikus model ini tak pernah takut manusia. Bahkan saat makan, hewan ini melintas di bawah meja,” kata dia.
Senada dengan Rianto, Umi -pemilik warung sayur di Pasar Tunggangri- menceritakan tikus got ini sering mencuri dagangan yang dijualnya. “Pencuri barang bukan lagi orang, tapi tikus got. Jika saya tinggal sebentar saja, ikan kering, sayur, sampai kerupuk juga dimakan,” ungkapnya.
Dia berharap ada gerakan bersama memberantas tikus ini agar populasinya dapat dikendalikan.
“Katanya di tivi, tikus got juga sumber banyak penyakit. Jadi, saya harap pemerintah bergerak agar ada pemberantasan bersama,” ujarnya.
Menurut Informasi yang dihimpun, tikus got dapat menimbulkan sejumlah penyakit. Di antaranya murine thypus, hantavirus pulmonary syndrome (HPS), salmonella enterica serovar typhimurium, leptospirosis, dan rat-bite fever (RBF).
