Wali Murid SMPN 2 Banyuwangi Protes Banyaknya Jam Kosong Pelajaran
Reporter
Muhammad Hujaini
Editor
A Yahya
23 - Mar - 2019, 11:17
Puluhan wali murid SMP Negeri 2 Banyuwangi mendatangi sekolah Sabtu (23/3/19). Mereka datang untuk memprotes banyaknya jam kosong yang terjadi di sekolah itu. Wali murid mengaku resah dengan kondisi ini. Selama tiga bulan terakhir, setiap hari pasti ada jam kosong.
Puluhan wali murid itu datang ke sekolah sekitar pukul 08.00 WIB. Mereka datang untuk melakukan protes. Namun pihak sekolah langsung mengumpulkan mereka di ruang laboratorium untuk berdialog. Proses dialog berjalan alot sehingga memakan waktu selama kurang lebih 3 jam.
Lisa Indriyani, (45), salah seorang wali murid menyatakan, para wali murid mengeluhkan banyaknya jam kosong di sekolah yang berada di Kelurahan Kebalenan itu. “Dalam satu minggu hampir setiap hari ada jam kosong,” kata Wali Murid Kelas IXa ini, usai diaolog.
Dia menambahkan, di kelas VII ada guru yang mengisi absensi tapi tidak masuk kelas. Ada juga guru yang tidak pernah menghadiri kegiatan belajar mengajar. Sehingga banyak murid yang bekeliaran di area sekolah. “Jam kosong digunakan murid untuk keluar kelas,” tandas perempuan berhijab ini.
Para wali murid mendesak agar kondisi ini segera berakhir. Karena jam kosong ini sudah berlangsung sepanjang bulan Januari hingga Maret 2019. Wali murid mengetahui banyaknya jam kosong ini karena menerima keluhan dari anak-anaknya. “Mereka diberi tugas tanpa ada guru yang masuk ke dalam kelas. Wali murid resah. Apalagi ini menjelang ujian akhir,” tegasnya.
Informasi yang dikumpulkan banyuwangitimes.com wali murid sudah seringkali memprotes kondisi ini kepada pihak sekolah dan komite. Namun selama ini tidak pernah ada respons dari pihak sekolah.
Menanggapi hal ini, Kepala Sekolah SMPN 2 Banyuwangi, Subiyantoro, membenarkan wali murid mengeluhkan adanya jam kosong. Menurutnya, itu sebenarnya bukan jam kosong, tapi ada tugas dari guru yang bersangkutan. “Guru tersebut melakukan tugas lain. Karena banyak kegiatan baik itu di dalam maupun di luar sekolah,” tegasnya.
Di satu sisi, ada 4 guru yang pensiun dan ada 3 guru tidak tetap yang mutasi ke sekolah lain karena lolos seleksi CPNS. Di SMPN 2 ada 24 Rombel. Sedangkan jumlah guru hanya ada 42 guru PNS ditambah dengan 3 guru honorer yang baru direkrut. Sehingga menurutnya tenaga guru di sekolah itu memang sangat kurang.
Untuk mengatasi permasalahan itu, menurutnya telah dirapatkan melalui MGMPS (musyawarah guru mata pelajaran sekolah). Solusinya, jam kosong itu diganti dengan pemberian tugas. Persoalan kekurangan guru ini juga diatasi dengan memaksimalkan kekuatan guru yang ada agar tidak berdampak menjadi jam kosong. “Kekurangan guru ini mungkin terjadi dimana-mana. Karena itu kami sudah melaporkan dan mengusulkan kekurangan guru. Tentang tindak lanjutnya itu tergantung pemerintah,” ungkapnya.
