Bayi yang Ditemukan di Bendungan Senguruh, Merupakan Hasil Hubungan Gelap?

Reporter

Ashaq Lupito

Editor

A Yahya

08 - Jan - 2019, 04:58

Petugas kepolisan saat mengevakuasi mayat bayi yang ditemukan di Bendungan Sengguruh, Kecamatan Kepanjen (Foto : Polsek Kepanjen for MaLangTIMES)

Maksud hati mengais rejeki, Kamari warga Desa Gampingan, Kecamatan Pagak ini, justru menemukan orok bayi, Senin (7/1/2019) pagi. Saat itu, kakek yang kesehariannya bekerja sebagai tukang rosok ini, hendak mencari barang bekas di sekitaran Bendungan Sengguruh, Kecamatan Kepanjen.

Kepada polisi, kakek 60 tahun ini mengaku jika semula pihaknya mencium aroma tidak sedap, saat mencari rongsokan di sekitar lokasi penemuan bayi. 

Merasa penasaran, saksi kemudian mencari sumber bau. Saat itu Kamari mengendus bau busuk bersumber dari bungkusan plastik, yang mengambang di perairan bendungan.

Lantaran ada yang mencurigakan, saksi kemudian mengambil kantong plastik tersebut. Bak disambar petir di siang bolong, isi plastik tersebut ternyata berisi orok bayi. 

Kejadian yang sempat membuat gempar warga sekitar tersebut, kemudian dikaporkan kepada petugas bendungan dan dilanjutkan ke Polsek Kepanjen. “Kasus ini masih kami dalami, diduga pelaku sengaja membuang bayi setelah dilahirkan. Diketahui bayi yang dibuang berjenis kelamin laki-laki,” kata Kanitreskrim Polsek Kepanjen, Iptu Supriyadi.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), bayi tak berdosa itu ditemukan dalam kondisi bercampur dengan tumpukan sampah.  “Kami masih mencari siapa pelakunya. Selain melakukan pendataan terkait siapa saja masyarakat yang hamil sebelum penemuan bayi, kami juga berkoordinasi dengan beberapa polsek samping. Dugaan sementara bayi yang ditemukan tersebut dibuang di luar wilayah Kecamatan Kepanjen, yang kemudian jasadnya terbawa arus hingga Bendungan Sengguruh,” sambung Supriyadi.

Supriyadi menambahkan, bayi malang itu, diperkirakan dibuang setelah dilahirkan. Ada dugaan jika bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut, merupakan hasil hubungan gelap. Sementara ini dugaan penyidik, bayi yang dibuang ke sungai yang ada di wilayah Kecamatan Pakisaji maupun Kota Malang.

Bukan tanpa alasan, jika melihat kondisi bayi saat ditemukan, memang dalam keadaan yang sudah membusuk. “Setelah dievakuasi, jasad bayi kemudian kami bawa ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Malang, guna kepentingan visum. Jika melihat kondisinya, kemungkinan bayi dimasukkan dalam plastik dan dibuang ke sungai empat hari sebelum ditemukan,” pungkasnya.