Komisi D Baru Tahu RSUD Ploso Tak Miliki Ruang Rawat Inap Memadai

Editor

Heryanto

25 - Jan - 2017, 03:15

Anggota Komisi D DPRD Jombang saat memantau RSUD Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang. (Foto: A Syamsul Arifin/JombangTIMES)

RSUD Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang diketahui tak memiliki ruang untuk rawat inap yang memadai. Ini baru diketahui saat Komisi D DPRD Jombang melakukan pantauan ke RSUD terkait. 

Akibatnya, sejumlah pasien khususnya pasien rawat inap selama ini dilakukan di beberapa ruang yang semestinya tidak dipaksakan untuk dilakukan perawatan inap.

"Mereka ditempatkan di lorong-lorong. Padahal setiap harinya rumah sakit ini melayani pasien yang jumlahnya hingga ratusan per-harinya," kata Ketua Komisi D DPRD Jombang, Mulyani Puspita Dewi, Senin (23/1/2017).

Mengetahui hal itu, Dewi mengungkapkan akan segera berkoordinasi dengan stakeholder. "Kami akan secepatnya melakukan koordinasi dengan pemegang kebijakan. Paling tidak akan kita dorong agar tahun ini dianggarkan untuk pembangunan ruang rawat inap," ujarnya.

Langkah cepat itu diambil menurut Dewi bukan tanpa alasan, menurutnya ada beberapa pertimbangan, diantaranya sebagai antisipasi melonjaknya pasien rawat inap di RSUD Jombang, sehingga dikhawatirkan akan kewalahan dalam melayani pasien.

"Akan kita dorong agar secepatnya memiliki ruang rawat inap. Pertimbangannya, RSUD Jombang merupakan rumah sakit rujukan dari kabupaten tetangga. Kalau tidak segera memiliki ruang rawat inap, pelayanan di RSUD Jombang akan tidak memadai," terang dia.

Disamping itu lanjut Dewi, terpenuhinya fasilitas rumah sakit tersebut akan mendorong PAD (pendapatan asli daerah) Jombang semakin bertambah. Terkait, besaran biaya untuk pengadaan ruang rawat inap itu diperkirakan akan kembali minimal satu tahun. 

“Anggaran untuk pembangunan gedung rawat inap saya perkiran bisa kembali dalam waktu satu tahun. Ini sangat disayangkan. Lahan yang tersedia sangat luas, namun pemenuhan kebutuhan sangat minim sekali,” pungkas Dewi. (*)