Daging Babi Beredar, Pedagang Sapi di Bojonegoro Tuntut Sertifikasi

Reporter

Ronny Wicaksono

Editor

Redaksi

25 - Aug - 2015, 06:24

Pedagang daging sapi resah di Bojonegoro (Foto: GalaMedia)

JATIMTIMES, BOJONEGORO - Pedagang daging di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur merasa resah dengan beredarnya daging babi hutan di pasaran. Untuk itu mereka mendesak Dinas Peternakan dan Perikanan setempat mengeluarkan sertifikasi untuk pedagang yang menyembelihkan sapinya di rumah pemotongan hewan (RPH).

Hal itu diutarakan Arif M Ali, salah satu pedagang di Pasar Kota, Bojonegoro menyusul tertangkapnya seorang pedagang asal Sragen, Jawa Tengah, yang membawa daging babi hutan 225 kilogram pada Minggu (23/8/2015) kemarin dengan target penjualan di pasar setempat.

Menurutnya pemberian sertifikasi itu untuk meyakinkan masyarakat bahwa daging sapi yang dijual pedagang benar-benar daging sapi yang sehat karena disembelih di RPH. "Bisa jadi ada daging babi hutan yang beredar di pasar, sebab ada juga pedagang yang menjual daging dengan memanfaatkan gerobak," ucapnya Selasa (25/8/2015).

Dengan puluhan pedagang di pasar setempat tidak semuanya menyembelih sapi di RPH, ia meyakini pemberian sertifikasi akan memudahkan petugas melakukan pemantauan. "Banyak yang menyembelih di tempat lain, ya sulit memonitor kualitas daging yang dijual pedagang," tambahnya.

Meski beredar isu adanya daging babi di pasaran, Arif dan pedagang lain mengaku pembelian konsumen sejauh ini tidak terpengaruh. "Penjualan daging sapi tidak ada perubahan, sebab sudah memiliki pelanggan sendiri. Saya tetap bisa menjual satu ekor sapi per hari," ucap Darkun, pedagang lain di lokasi yang sama. (*)